MESOPOTAMIA : PERADABAN PALING TUA DI DUNIA

MESOPOTAMIA : PERADABAN PALING TUA DI DUNIA

Sekitar 4.000 SM, budaya Sumeria kuno muncul di daerah sepanjang sungai Tigris dan Efrat.  Di zaman modern berada di sebagian besar wilayah Irak ditambah Kuwait, bagian timur Suriah, Turki Tenggara, dan wilayah-wilayah di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

Mesopotamia  ini terkenal karena menemukan tulisan paku ( sistem penulisan tertua di dunia). Dan juga menemukan tradisi religius dan sastra yang dinamis dan menghasilkan struktur dalam pemerintahan modern, matematika, perencanaan kota dan pertanian.

Berikut adalah delapan fakta menarik tentang salah satu peradaban canggih paling awal yang dikenal dalam sejarah.

  • Salah satu kota Sumeria mungkin memiliki 80.000 penduduk

Asal-usul peradaban Sumeria di Mesopotamia masih diperdebatkan hari ini, namun bukti arkeologi menunjukkan bahwa mereka mendirikan kira-kira sekitar lebih dari 10 kota pada abad ke-4 SM. Salah satu kota metropolitan berdinding yang didominasi oleh ziggurat – kuil berjenjang mirip piramid yang terkait dengan agama Sumeria.

  • Rumah dibangun dari batu bata lumpur, dan kanal irigasi yang digali untuk memanfaatkan air Tigris dan Efrat yang bermanfaat untuk pertanian. Negara bagian Sumeria termasuk Eridu, Ur, Nippur, Lagash dan Kish, namun salah satu yang tertua dan paling luas adalah Uruk, sebuah pusat perdagangan yang berkembang yang dibangun enam mil dari tembok pertahanan dan populasi antara 40.000 dan 80.000 jiwa. Pada puncaknya sekitar tahun 2800 SM, kemungkinan besar menjadi satu-satunya kota terbesar di dunia pada saat itu.

 

  • Salah satu sumber informasi terbesar tentang Mesopotamia kuno adalah apa yang disebut “Daftar Raja”, sebuah daftar dari tanah liat yang mendokumentasikan nama sebagian besar penguasa kuno Sumeria dan juga masa pemerintahan mereka.

Daftar ini adalah perpaduan aneh antara fakta sejarah dan mitos – ( satu raja awal dikatakan telah hidup selama 43.200 tahun) – tapi disebutkan juga bahwa dia merupakan saru-satunya raja wanita Sumer dalam bentuk Kubaba, seorang “penjaga kedai wanita” yang konon merebut takhta di kota-negara Kish sekitar 2500 SM.

Sangat sedikit yang diketahui tentang pemerintahan Kubaba atau bagaimana dia berkuasa, tapi dari daftar tersebut menjelaskan bahwa dialah yang mendirikan sebuah dinasti yang berlangsung selama 100 tahun.

  • Negara-negara kota Sumeria sering berperang satu sama lain. Meskipun mereka memiliki bahasa dan tradisi budaya yang sama, negara-negara kota Sumeria terlibat dalam perang yang hampir konstan yang menghasilkan beberapa dinasti dan kerajaan yang berbeda.
  • Konflik pertama yang diketahui menyangkut sejarah Raja Eannatum dari Lagash, yang mengalahkan negara saingan negara Umma dalam perselisihan perbatasan sekitar tahun 2450 SM. Untuk memperingati kemenangannya, Raja Eannatum membangun apa yang disebut “Stele of the Vultures,” sebuah monumen batu kapur yang mengerikan yang menggambarkan burung-burung yang sedang makan daging musuh-musuhnya yang jatuh. Di bawah kepemimpinan Raja Eannatum, Lagash terus menaklukkan seluruh Sumeria, tapi itu hanyalah salah satu dari beberapa negara kota yang memegang kekuasaan atas Mesopotamia selama sejarahnya. Pertempuran tersebut menyebabkan beberapa kemajuan militer – orang Sumeria misalnya menciptakan formasi perang dan formasi pengepungan
  • Orang Sumeria terkenal menyukai bir. Segel tanah liat yang menggambarkan minum bir di sebuah adegan perjamuan yang berasal dari tahun 2600-2350 SM.

 

Segel tanah liat yang menggambarkan minum bir di sebuah adegan.

Sumber : History.com

 

  • Seiring dengan penemuan tulisan, roda, bajak, kode hukum dan literatur, orang Sumeria juga diingat sebagai beberapa pembuat bir asli sejarah. Arkeolog telah menemukan bukti pembuatan bir Mesopotamia sejak milenium keempat SM. Teknik pembuatan bir yang mereka gunakan masih menjadi misteri, tapi ale pilihan mereka tampaknya adalah ramuan berbasis jelai ( sejenis padi-padian ). Orang-orang Sumeria menghargai bir mereka untuk bahan-bahan yang kaya nutrisi dan menganggapnya sebagai kunci “hati yang menyenangkan dan hati yang puas.” Bahkan ada seorang dewi pembuatan kue sumeria bernama “Ninkasi,” yang dirayakan dalam nyanyian pujian yang terkenal sebagai “Orang yang menyirami malt di tanah.”                                      Malt menurut KBBI adalah sejenis biji-bijian, umumnya biji gandum, yang direndam dalam air dan kemudian dikecambahkan di tempat yang lembap, yang telah dikeringkan dapat disimpan beberapa bulan tanpa rusak, digunakan dalam pembuatan wiski.
  • Dalam babak akhir sejarah bangsa Sumeria, mereka diserang atau ditaklukkan oleh orang-orang Elam, Akkadia dan orang Gutian.

Source : History.com

Baca juga :

HAMMURABI : RAJA BABYLONIA YANG TERBESAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.